27 Januari 2009

“MENGANYAM” Pembelajaran Kesenian berbasis Kewirausahaan di SMP N. 3 Bayat Klaten Jawa-Tengah

Pendidikan dasar di Negara Jepang lebih besar mengadopsi pada Proses Pembelajaran Berbasis Ketrampilan (Psikomotorik), sebagai contoh merangkai bunga model IKEBATA, seni melipat kertas gaya Jepang dan lainnya. Namun pembelajaran dasar di Indonesia terlalu banyak di bidang Koqnitif. Pada Mata Pelajaran Kesenian di SMP N. 3 Bayat (ESTIB), telah mengimplementasikan pembelajaran ketrampilan MENGAYAM DENGAN BERBASIS KEWIRAUSAHAAN. Ketrampilan siswa sangat diutamakan untuk menunjang kemampuan siswa agar Soft Skill nya benar-benar terarah dengan baik. Siswa sejak dini terlatih untuk bekerja dengan kemampuannya agar kelak bisa memanfaatkan ketrampilannya untuk mengembangkan diri dalam menghadapi persaingan global. Dengan demikian dipastikan lulusan ESTIB tak lagi canggung untuk berwirausaha. Wirausaha inilah sesuai dengan Program Pemerintah “Tahun Indonesia Kreatif 2009” yang telah dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Harapan dan tujuan inilah agar bisa diimplementasikan pada masyarakat Indonesia dan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Gambar sebelah adalah hasil pembelajaran mengayam pada SMP Negeri 3 Bayat, Klaten, Jawa-Tengah.

Penulis Asim Sulistyo
Pemerhati Pendidikan dan Masalah Sosial
Tinggal di Krakitan, Bayat, Klaten



0 komentar:

Poskan Komentar

Komentarlah sebagai tanda persahabatan.

 

Buku Murah

Masukkan Code ini K1-BE118B-2 untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Recent Post